Teman Perjalanan yang Menyenangkan

October 17, 2015 § Leave a comment

I feel my wings have broken
In your hands
I feel the words unspoken
Inside
When they pull you under
And I would give you any thing you want

Sore tadi, tiba-tiba teringat ketika lagu sountrack serial smallville kembali mengudara. Saling duduk bersebelahan, Pandangan lurus ke depan–mengawasi jalanan, senyuman, lonjakan debaran karena terpingkal tertawa.

Rasanya setiap kita menghabiskan waktu bersama, momentnya selalu sama, duduk berdampingan, dalam perjalanan. kau santai tapi waspada pada jalanan dan saya menekuni lagu yang sedang diputar. Ya, kemudian saya ingat kalimat pembuka percakapan saat kita bersama selalu sama. Ini sengaja kan?? atau memang kebetulan.

kalimat ironi yang sudah basi yang dibawakan dengan gaya bercanda. Sejujurnya kita tahu hanya untuk mengejek kita masing-masing. saya dan kamu. mengasihani diri sendiri dan apa itu sebutannya?. menertawakan diri sendiri.

Saya suka ketika bersama kamu, teman perjalanan yang menyenangkan. tidak perlu obrolan yang bukan menjadi diri sendiri banget, hanya obrolan ringan. Betapa lagu-lagu lawas bisa mempererat. Kamu yang selalu menganggap bahwa sekarang masih muda, dan saya yang selalu beranggapan  sudah tua. Pasti sudah dapat ditebak, kita angkatan tahun berapa. Era dimana masih mengenal pita kaset dan pensil jadi akrab.

Rabu kemarin saya sempat mencuri, melihat mata kamu, dan guratan-guratan halus disekitar itu, tidak berani melihat lebih dalam, sebab kedalaman butuh tinggal lebih dalam. lama. Tapi, rupanya saya harus. Di matamu ada bintang-bintang. kerut seperti terbakar. Matahari yang membakar. Sekali lagi saya dapat kesempatan duduk lebih lama untuk menikmati kedalamanan.  Tentang hal-hal yang membakarmu. Akhirnya saya mengerti karena ingin.

Kenapa kamu selalu ceria, dan alasan di balik itu. Semangat tapi santai yang selalu kau perlihatkan bahwa itu sangkalan dari keluhan dan bentuk kepasrahan. Hanya saya banyak menjadi pendengar yang baik

Ketika lirik lagu sampai pada bait

“I don’t care how you do it,  Just stay, stay with me…Stay”

Saya juga mengingat senyum kamu, senyum yang menggebu-gebu, tawa yang khas, seperti kembang gula, seperti secuil awan dilangit biru, tawamu seperti langit, berwarna biru, biru muda, begitu lembut tapi renyah.

Somebody save me
Let your waters break right through me

Senyum mengembang di sudut bibir bawah saya, ketika mengingat bahwa ini konyol, betapa  sebuah kalimat dapat lebih mempererat persaudaraan kita, menjadikan senasib, ironi yang sungguh miris.

I’ve been waiting for you
All my dreams are on the ground
Crawling’ round and round and round

Saya kangen berbincang lagi. Butuh Supir juga tepatnya *diinjek*

Ah, Sepertinya besok saya harus menyetir sendiri. Sopir sukarelanya sedang sibuk. Adakalanya menyetir kemana saja, sendiri atau berdua, putar mp3 koleksi lagu-lagu-yang hampir lupa- kalau punya. sepanjang perjalanan adalah cukup. cukup menyenangkan.

Hy, Kamu, Mas yang lebih tua lima tahun…

Hy, kamu, Mas Sepupuku….

Kapan Kamu Nikah?

*Kaburuuurrr*

Where Am I?

You are currently viewing the archives for October, 2015 at SodaFreshMilk.