Trustmeter itu bernama Al-Qur’an

March 1, 2015 § Leave a comment

Ini lucu.

Jadi, Kalo berandai-andai. Berimajinasi, bermimpi di siang bolong. Sangat siang bolong. kalau ada alat pengukur besarnya perasaan percaya, perasaan yakin itu apa?

Saya merasa ngeri. bukan.. semacam campuran takut dan takjub. ada yang Ajaib. Mistis,iya.

Hati saya seketika diliputi kepungan sesuatu yang tak terlihat, pekat. sesak, bergejolak tapi herannya malah merasa lapang. Berawal dari saran dari adik nenek saya yang bijaknya sedunia, masih cantik pula. Sungguh. yang penting mengerti banget anak muda ((( anak mudanya di caps lock jangan lupa)))

Ya. Perbincangan biasa. mencari sudut pandang lain. Pun, puluhan kali sudah kita debatkan. Soal ini, soal itu. kenapa kok begini kenapa, kok begitu.

” Kamu pingin tahu jawabannya yang paling pas berimbang?, baca Al-Qur’an..”

” Sudah tiap hari diusahain? caranya bukan seperti yg biasa dilakukan”

“Iya, tahu, coba ketika permasalahan entah apa itu, yang masih mengganjal dipikiranmu yg mbuyet itu, buka Al-Qur’anmu, buka saja, halaman berapapun sesuai lembaran halaman yg terbuka pertama kali..”

Kok, gimana ya.. beneran nih masa iya,. agak kurang rasional, emang boleh?

Itu yang yang terbersit di pikiran saya. pikiran kita pertama kali.

Saya mencobanya, Pertama kali, kedua kali, dan ini sudah ketiga kali, seperti persis saran Nenek saya. Ketika kamu tidak dan belum menemukan jawaban yang tepat, pas, cukup, tidak timpang sebelah. Buka Al-qur’an, resapi apa yang kamu rasakan, pergolakan hatimu dan pertentangan logikamu.

Jika kadang saran yang terlontar dari mulut siapa saja belum jadi jawaban yang memuaskan untukmu. bahkan, pikiranmu sendiri, tidak kamu percayai. Dan hatimu? masih entah dimana kamu meletakkannya. Seringnya, dalam situasi seperti ini hati kita tidak membaca jernih, malah memilih menghilang, kalau bisa dikatakan begitu.

buka saja..

Al-Qur’anmu..

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (QS. 2 : 2)

Lalu apa? pasti ada satu ayat,yang menjawab kegelisahanmu saat kamu ingin tahu jawabannya saat itu juga. Tidak. kasus saya, semua ayat memberi pencerahan, jalan terang benderang. Seketika. Langsung Jawaban itu dari Alloh SWT, keren ya.

pertama, kamu akan tersentil dengan ayat-ayat tersebut. mengingat dosa, dan banyak kesalahan yg dilakukan ketimbang kebajikan. ‘Kenapa nasib saya seperti ini’ rasa-rasanya hanya kita sendiri yang bernasib paling buruk di dunia ini.. NO!

Kemudian, jawaban itu nyata. seperti kita disuguhi dan disuruh masuk ke ruang kaca beberapa saat. bercerminlah sepus-puasnya. dari segala penjuru yang ada. seperti di telanjangi, aib yang hanya kita sendiri yang tau- terbuka.

Malu pada diri sendiri, iya.. lalu kapan akan malu pada Tuhanmu?

tidak hanya dihadapkan langsung, tapi ada nasehat paling bijak se-semesta, bukan melebihi luasnya alam raya. tidak melukai siapapun. bahkan kamu sendiri. Ajaib ya, Garansinya.. menyelamatkan. tak ada kata lebih baik dari itu. menyelamatkan

Lalu apa? Percaya dan semakin yakin, seringan bulu kapas..

Mungkin, kalo ada, kalau beneran ada alat pengukur besarnya perasaan percaya itu apa?

Mungkin alat itu bernama trustmeter’ Mungkin. Dan mungkin kalau percaya itu merupakan sebuah besaran, maka satuannya disebut apa? ‘bielive’ entah bahasa latinnya apa.

Mungkin dia seperti thermometer, yang akan mengukur suhu tubuh saya, suhu tubuhmu, saat kita berdua demam. dan tersembunyi tenang diketiak.

Ataukah, dia berfungsi serupa stopwatch, yang akan mengukur berapa relativitas waktu yang kita alami, saat saya, saat kamu, saling bercerita. Saling berbagi kisah tanpa tahu jeda.

Mungkin nila percayamu sejuta believe, dan saya pun sejuta kurang nol koma sekian. dan nilai sesepele itu nggak bisa nggak dianggap sepele.

Tapi, lagi-lagi, saya, kamu, berpikir keras. Berpikir terlalu keras. Karena kita sama-sama seorang pemikir. Pengkhayal. Pemimpi di siang bolong.

percaya itu bukan sesuatu yang dapat diukur bukan? tapi pasti berkembang. Anehnya

Tapi, yang terpenting–tanpa peduli, siapa yang lebih, siapa yang kurang–satu hal yang saya tahu: trustmeter itu dipikiran saya mengejawantah menjadi sesuatu yang berbentuk buku, dengan ketentuan sama dibagian bumi manapun, bahkan jum’ah huruf dan tanda bacanya sekalipun. Al-Qur’an

“Sesungguhnya orang yang didalam dadanya tidak ada sedikitpun dari Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah yang tak berpenghuni” (HR. Bukhari)

Advertisements

Where Am I?

You are currently viewing the archives for March, 2015 at SodaFreshMilk.