Surat untuk Tuhan ( doa penghujung tahun)

December 30, 2014 § Leave a comment

Engkau yang begitu Besarnya.. yang senantiasa ingin aku rengkuh sedekat-dekatnya.. Tetap di sana. Selalu di sana. Pemilik langit dan bumi. Penguasa alam semesta. Bagimu segala puja dan puji. Sang pemberi kelir dari masa ke masa.

Engkau yang Maha bijaksana,

Terima kasih telah menyelipkan begitu banyak warna dan warni

Sebuah pemahaman baru..

petualangan baru..

persahabatan  baru..

pelajaran baru..

rasa baru..

Entah musti bagaimana pantasnya untuk aku lantunkan doa. Inginku yang seindah-indahnya. Tapi, toh apapun bahasanya bagaimanapun indah rangkaian kalimatnya akan tetap sama.

Hanya lebih banyak semoga, semoga, dan semoga lainnya dari tahun-tahun sebelumnya. Daftarnya akan semakin panjang. Kurasa Engkau akan tersenyum dalam Arsy jika benar-benar aku tuliskan di sini. Tidak. Tidak  akan aku lakukan, hanya akan aku rangkum secukupnya di dalam dada.

Wahai yang Maha Perkasa..

Semoga mahluk kecil nan lemah ini, senantiasa terjaga. Tetap berdiri semakin tegak tanpa kesombongan. berjalan semakin tenang tanpa keraguan. terus berkembang seiring perjalanan. Bukan sekedar  melanjutkan hidup, tapi bertumbuh melewati kehidupan dengan makna yang membuatnya berguna.

tidak apa-apa jika langkahnya lebih kecil dibanding yang lain. yang diinginkan hanya agar seimbang berirama tidak putus. Hingga di akhir hari jejaknya tak mudah terhapus hujan..

dan senyumnya terukir manis tanpa penyesalan.

Aamiin

Sabtu

December 20, 2014 § Leave a comment

Bulan ke dua belas di tahun ini berjalan lumayan cepat. Andai waktu diibaratkan mobil sport yang diklaim sebagai tercepat di dunia dengan kecepatan 267 mph, 0-60 dalam 2,4 detik. Kurasa masih tidak sepadan juga. Dihari ke kedua puluh bulan terakhir di tahun berjalan. Hari Senin melambat menjadi hari bukan Senin. Hari bukan Senin cepat-cepat berlari lalu menjadi Senin. Terus begitu. Lalu, Sabtu dan Minggu tidak ada  kamusnya di dalam hidup orang seperti aku.

Diawali bujukan seorang sahabat dari SMP yang sekarang sudah berbuntut satu dan mulai merintis bisnis bakery-nya. Dan, saya yang masih tetap lajang saja di penghujung tahun *duh*

Manusia, bukan… Aku dan sahabatku ini. Salah…. hidupku saat ini dipenuhi hal-hal yang baru akan ada artinya jika dimaterialkan. Jadi uang. Lalu dibuat untuk jadi kenangan.

” Gie, bantu aku jualin kain Batik Tulis Asli Madura, Kamu juga harus ambil untung.”

Mampus. ini terdengar bukan permintaan, tapi keharusan bukan?. disela-sela bingung ini, Kepalaku adalah kantor paling sibuk sedunia. Aku memikirkan apapun. benar-benar apapun.

Kenapa anak kecil pada mau jadi Presiden semua, duapuluh lima persen jadi Dokter, dan sisa sedikitnya pingin jadi Guru?

Kenapa mantan pacar sebegitu naifnya. bener-bener naif? * aku puas tertawa*

Kenapa ada orang yang benar-benar tidak bisa diajak melucu?

Perlukah Justin Bieber jadi idolanya ABG se-dunia?

Apakah aku segemuk itu?

Bagaimana jika Sherlock tidak tinggal di 221B Baker Street, tapi hidup serumah dengan Mr. Bean?

Seberapa menyeramkan Dadjal itu? jadi, aku bisa juga terperdaya gitu?

Apa benar bidadari punya lubang hidung? Jika aku masuk surga dan diberi seorang bidadari, apa kami akan cocok satu sama lain? dan tidak akan putus seperti pacaran? apa kami bisa punya anak?? apakah anak kami akan lahir dengan cara tidak biasa seperti *poooffff* keluar begitu saja dari cahaya??

….

Sebelum ada pertanyaan yang kujawab, rasa bingungku beranak sepuluh di kepala. Lalu, aku jawab “iya, baiklah”. Sebelum para customers Online Shop ku bertambah banyak yang nge-PHP-in. Sebelum mereka  selalu muncul, bertanya harga barang dengan tebar senyuman, tetapi langsung cemberut begitu tau ongkos kirim. Sebetulnya mereka baik, tapi tak pernah bisa menjadi teman bagi curhatan. Independensi katanya. Sebelum Nasabah pria hari Kamis yang memakai parfum persis sama punyaku balik lagi. Dan kita sama-sama menyengir malu.

” Ela….., OK aku mau bantu. Aku mau jadi Malaikat bersayap empat buat kamu”. Temanku mendadak bungah. iya, aku bayangkan akan bakalan seperti itu, Tujuh menitan dia Balas BBM yang seperti lari memeluk dibayanganku.

” Sudah ku duga, Kamu bakalan bilang iya….. makasih bingit”

“Tapi, kamu salah Gie…. malaikat itu bersayap dua tau!. kamu kebanyakan”

“Siapa yang salah, Aku nggak salah dalam hal ini”

” Ih, imajinasimu kebanyakan kurangin dikit”

” Enggak, soalnya aku baca :p “

” Dongeng anak-anak?”

” bukan”

” Pokoknya aku benar, kamu ga boleh ngeyel. ngeyel dosa…”

” Yeee, mana dalilnya?”

” Ih, ga percayaan kamu, buka QS, Fatir ayat satu”

” Aku, selalu terintimidasi ngobrol sama kamu, Gie. Cedih “

” hehehehe”

Lalu aku kembali pada pekerjaanku, di Sabtu yang hujan

Where Am I?

You are currently viewing the archives for December, 2014 at SodaFreshMilk.