Seorang Tamu

November 25, 2014 § Leave a comment

imageback.com_320_ddceb6bc19ORZZTWF305270aa6322

Pada jam sepuluh lewat lima menit, malam setelah hujan.  Pada pengalaman. Pada masa. Pada hati. Pada sudut pandang. Pada harapan kepada cahaya di hari yang akan datang. Celakanya, beda pengalaman, beda masa, maka beda hati, dan beda pola pikir , beda sudut pandang.

Sebelum berkata apa-apa. saya, perempuan yang sederhana, seketika senang pada bau-bauan pewangi pakaian dan pengharum ruangan rasa jeruk. Tak perlu banyak atau berlebih.

Saya cuma tidak bisa tidur nyenyak, makan dengan tenang, mendengar musik riang dengan asiknya, melamun sambil tersenyum, mengerjakan yang harus dikerjakan, meniknati serial drama korea, dan tertawa lepas seakan tak pernah terjadi, tidak pernah ada, tidak pernah muncul. bahkan, tidak pernah terbesit.

Lalu, saya mencuri pandang wajahnya dari kejauhan. Dari dinding kasat mata, dan puluhan lampu merah dari tempatnya memadu impian, dari layar kaca yang berisi dimensi maya di baliknya.

kita lanjutkan…

pernahkan kamu melihat remang–temaram di kejauhan? memandang langit sambil duduk sendirian?

menunggu di depan teras rumah seseorang. menunggu sampai malam yang semakin larut. menanti seraut wajah di hadapanmu dengan senyum atau kesedihan, keriangan ataupun kemarahan. penuh syukur atau kekecewaan. apapun itu, kamu tahu kamu akan menerima, menerima atas nama apapun itu sebutannya yang kamu biarkan mengalir begitu saja.

hingga pun tiba waktunya seraut wajah yang kamu harapkan itu muncul, kamu akan tetap duduk tenang di tempatmu. menandai kamu sudah siap. Siap menemani. Siap mendengarkan kisahnya.

Sesekali kamu tergoda pada kehangatan berbagisecangkir kopi untuk berdua, seperti dua sahabat saling memberi. Namun, kamu biarkan keinginan itu tetap sebagai hasrat. membiarkan keinginan itu menguap.

karena kamu tahu….

kamu hanya seorang tamu yang kebetulan lewat

seorang tamu di depan teras sebuah rumah yang mempesona dan sepi

lalu, kamu berpura-pura seperti biasa, berpura-pura bukan kamu yang tanpa sengaja. berpura-pura bukan kamu yang ada di sana.

lalu kamu berlalu….karena kamu tahu

iya, kamu berlalu. karena kamu tidak mengijinkan dia untuk tahu

***

Where Am I?

You are currently viewing the archives for November, 2014 at SodaFreshMilk.