#embuh

September 6, 2014 § Leave a comment

saya mau menulis ini. Tapi, masih bingung. Tapi, sudah mau menuju kalimat kedua. Iya, ini kalimat ke dua. Tapi yang barusan saya tulis kalimat kedua, sebenarnya adalah kalimat ke-tiga. Jadinya, malah saya yang bingung.

Jadi awalnya, saya ingin menulis. Menulis apa saja, soalnya acara TV di malam Minggu memang tidak ada yang menarik untuk di tonton. Soalnya lagi, koleksi film saya sudah tidak update seperti dulu. Dan, koleksi buku saya belum ada yang baru. kalau soal musik, saya lagi pake headphone. Masalahnya tak terdengar apa-apa di sana, Iya, cuma buat gaya-gayaan. Sungguh.

Oh, ternyata ini sudah memasuki paragraf ketiga. Dan sampai di kata ini, kalau tidak salah jumlahnya sudah mencapai 114 buah. Dan saya masih bingung juga mau menulis apa. Atau saya menulis ucapan terima kasih saja kepada kalian yang juga senang menulis. Menulis apa saja, seperti yang saya lakukan sekarang ini. Jujur saya suka menulis, Tapi, lebih suka lagi LAKI-LAKI. Laki-laki yang ganteng dalam pandangan saya. Bukan yang ganteng versi televisi dan artis-artis Korea. Karena ganteng dan gagah itu soal selera, tapi, krim anti aging itu sungguh luar biasa, minyak zaitun juga. Minum kopi yang di atasnya di taburi cocolate granula di Sabtu malam, saya juga suka, kok.

Saya sedang membaca review foot cream yang bagus dari google ketika menulis paragraf keempat ini. Mencari harga termurah dan kegunaan yang maksimal. Mana ada kan?. Seperti mencari wanita idaman pria masa kini ; putih, tinggi, langsing, nggak rewel, suka ketawa, rambut panjang. Lho? kuntilanak?.

Ini sudah paragraf kelima. Jadi, saya sering bertanya-tanya ada begitu banyak kenalan saya yang tidak suka nonton Running Man mereka bilang ” Ih, acara apaan sik. Aku ra mudeng“. Ah, mungkin mereka kurang menikmati hidup saja, pikir saya. Betapa kalau mereka cermati, sebenarnya Lee Kwang Soo walaupun agak (maaf) ‘lholak-lholok’ dan jadi anak bawang itu ngegemesin. Haroro juga. Mungkin, mereka yang tidak suka, kehidupannya sudah banyak drama, dan kurang main-main. Jelasnya sih balik lagi masalah selera.

Sampai paragraf keenam ini, saya belum menemukan inti dari tulisan ini. Mungkin saya akan mengucapkan terima kasih yang sungguh-sungguh sama kalian yang suka menulis lagi membaca, itu. Pastilah, ini akan terasa retoris. Mirip calon presiden dan legeslatif dalam beberapa musim yang membungkusi pohon-pohon dengan stiker dan baliho. Andai mereka tau pohon tidak suka memakai baju, Pak, Bu.

Jadi, wahai kalian yang suka menulis lagi membaca. Tetaplah menulis. Tetaplah membaca. Terserah kalian mau menulis pakai apa. Kertas bisa, komputer bisa, dan tentunya masih pakai tangan dan otak yang masih bisa bekerja. Jadi, saya mendadak teringat, sudah berapa lama tidak nulis tangan pake huruf latin ya, tegak bersambung. masih sebagus dulu nggak ya nulisnya?. terkadang, rindu juga nulis tangan. Galau deh galau. Eh, menulis pakai kaki juga bisa lho, tapi, itu sulit sekali. percayalah, silahkan kalian coba kalau tidak percaya. Baiknya, kalian percaya saja biar mudah. Biar saya terkesan keren.

Dalam Paragraf yang bakal jadi paragraf terakhir ini, Saya menduga; agaknya akan sedikit turun hujan malam ini, langitnya sedang muram, sedih melihat kalian yang ingatnya melulu soal pacaran di malam Mingguan. Cepat pulang ke rumah!. Hurry home before the sky breaks out!. Mengingat Semtember ini, hujan datangnya sedikit telat.

Ini sudah larut, memang. Dan masih, tulisan ini nggak ada maksudnya, memang. Seperti ’embuh’ . ungkapan jawa yang murujuk sesuatu yang tidak jelas. Seperti lagu ’embuh’ ini yang menghadirkan ceria – freaky dari Daewin dezz. yang mengangguk-anggukkan headphone-nya di kepala.

bukan malam kelabu,

bukan, ini suasana yang ceria…

#np darwin deez – radar detector *akhirnya headphone sayapun bekerja sesuai fungsinya*

so, mari ngopi,

jika kopi dapat melarutkan rindu, aku mau dua. biar tuntas.

BUSXDnUCEAAQtjx.jpg-large

seorang embuh,yang kurang konsisten memilih teh atau kopi di pagi hari. Tukang manusia yang sedang ditugaskan mengisi waktu luang di bumi–malam Minggu. 

Where Am I?

You are currently viewing the archives for September, 2014 at SodaFreshMilk.