nasihat yang paling diingat

May 31, 2016 § Leave a comment

Ada satu kalimat yang sungguh sakti. Tidak bisa tidak dilupakan.

kata  yang paling dekat dan melekat. Ia selalu diucapkan beriringan dengan kata sayang, yang datang dari cinta yang luas dan dalam. seluas kehidupan manusia, tua-muda, perempuan-laki-laki, anak- orang tua.

 

” Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu, tetapi, jangan kamu lupakan bagianmu di dunia.

dan berbuat baiklah ( kepada orang lain), sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi….” ~ QS. 28: 77

 Mungkin, butuh tiga kali membaca dan dua setengah tahun mencerna maknanya. Kamu akan paham.  Sebuah filofosi, sebuah pedoman, sebuah prinsip, dan sebuah petuah untuk menyelamatkanmu,  di dunia dan  di akhiratmu kelak. percayalah.

” Katakan itu saja, jika ada yang bertanya apa yang memotivasimu….”

“cukup katakan itu saja, cukup.”

Enam tahun silam dan tanggal yang sama dengan hari ini, ketika di tengah kebingungan mempersiapkan jawaban untuk sebuah tes wawancara kerja. Sebuah nasihat dari Kakekku. Celakanya, itu jadi sebuah candu  yang ingin sekali aku tiru.

Ah, dasar peniru.

Advertisements

Teman Perjalanan yang Menyenangkan

October 17, 2015 § Leave a comment

I feel my wings have broken
In your hands
I feel the words unspoken
Inside
When they pull you under
And I would give you any thing you want

Sore tadi, tiba-tiba teringat ketika lagu sountrack serial smallville kembali mengudara. Saling duduk bersebelahan, Pandangan lurus ke depan–mengawasi jalanan, senyuman, lonjakan debaran karena terpingkal tertawa.

Rasanya setiap kita menghabiskan waktu bersama, momentnya selalu sama, duduk berdampingan, dalam perjalanan. kau santai tapi waspada pada jalanan dan saya menekuni lagu yang sedang diputar. Ya, kemudian saya ingat kalimat pembuka percakapan saat kita bersama selalu sama. Ini sengaja kan?? atau memang kebetulan.

kalimat ironi yang sudah basi yang dibawakan dengan gaya bercanda. Sejujurnya kita tahu hanya untuk mengejek kita masing-masing. saya dan kamu. mengasihani diri sendiri dan apa itu sebutannya?. menertawakan diri sendiri.

Saya suka ketika bersama kamu, teman perjalanan yang menyenangkan. tidak perlu obrolan yang bukan menjadi diri sendiri banget, hanya obrolan ringan. Betapa lagu-lagu lawas bisa mempererat. Kamu yang selalu menganggap bahwa sekarang masih muda, dan saya yang selalu beranggapan  sudah tua. Pasti sudah dapat ditebak, kita angkatan tahun berapa. Era dimana masih mengenal pita kaset dan pensil jadi akrab.

Rabu kemarin saya sempat mencuri, melihat mata kamu, dan guratan-guratan halus disekitar itu, tidak berani melihat lebih dalam, sebab kedalaman butuh tinggal lebih dalam. lama. Tapi, rupanya saya harus. Di matamu ada bintang-bintang. kerut seperti terbakar. Matahari yang membakar. Sekali lagi saya dapat kesempatan duduk lebih lama untuk menikmati kedalamanan.  Tentang hal-hal yang membakarmu. Akhirnya saya mengerti karena ingin.

Kenapa kamu selalu ceria, dan alasan di balik itu. Semangat tapi santai yang selalu kau perlihatkan bahwa itu sangkalan dari keluhan dan bentuk kepasrahan. Hanya saya banyak menjadi pendengar yang baik

Ketika lirik lagu sampai pada bait

“I don’t care how you do it,  Just stay, stay with me…Stay”

Saya juga mengingat senyum kamu, senyum yang menggebu-gebu, tawa yang khas, seperti kembang gula, seperti secuil awan dilangit biru, tawamu seperti langit, berwarna biru, biru muda, begitu lembut tapi renyah.

Somebody save me
Let your waters break right through me

Senyum mengembang di sudut bibir bawah saya, ketika mengingat bahwa ini konyol, betapa  sebuah kalimat dapat lebih mempererat persaudaraan kita, menjadikan senasib, ironi yang sungguh miris.

I’ve been waiting for you
All my dreams are on the ground
Crawling’ round and round and round

Saya kangen berbincang lagi. Butuh Supir juga tepatnya *diinjek*

Ah, Sepertinya besok saya harus menyetir sendiri. Sopir sukarelanya sedang sibuk. Adakalanya menyetir kemana saja, sendiri atau berdua, putar mp3 koleksi lagu-lagu-yang hampir lupa- kalau punya. sepanjang perjalanan adalah cukup. cukup menyenangkan.

Hy, Kamu, Mas yang lebih tua lima tahun…

Hy, kamu, Mas Sepupuku….

Kapan Kamu Nikah?

*Kaburuuurrr*

Baru kemarin

September 1, 2015 § 2 Comments

Kemarin

baru  membaca sebuah Artikel online yang memberitakan bahwa seseorang dengan bukti capture-an KTP bernama “Tuhan” dan “Nabi”. Apanya yang lucu??. lalu nitizen bergejolak, seperti biasa saya membacanya sambil lalu. Bukan hal yang perlu didebatkan berkepanjangan.

jadi hidup sudah berat, kadang mereka butuh hiburan

kemarinnya lagi…

Saya pikir, saya sedikit merindukan hujan atau lebih tepatnya air.Di suatu pagi saat malas mandi saya sempat tertegun beberapa saat di kamar mandi. tak ada suara di dalam kepala kecuali suara gemericik air kran dan tatapan kosong melihat riak air dari tarikan gayung di bak mandi. kenapa  air bisa sebening ini.  apakah kau pernah bertanya-tanya bagaimana jika air tak pernah ada?? lalu kita tidak bisa menikmati nge-teh di hari yang hujan dan tidak bisa ngopi. gula tetap jadi bulir, kopi dan teh masih akan jadi bubuk. dan menyumbat tenggorokan

ah saya pikir, saya tergila-gila dengan bak mandi besar dan bersih.

Btw, Lalu kapan mulai hujan lagi??

Ah, Hujan,… ada kelirihan dalam paket kehadirannya. Derainya bercerita banyak. Harum yang Khas – petrichor – serupa aroma therapy.

Dan, Kemarin lagi

Kegitatan senggang di malam hari sebelum pergi tidur adalah, mengintip instagram. Saya tau kamu juga. Mereka yang selalu mengatasnamakan fashion adalah brand terkenal yang sebutannya saya kurang hafal. cannel, St. ves, dan lain-lain, dan lain-lain, pergi ke salon masker serbuk emas, jadi apa merek pasta gigi yang mereka pakai?? adakah semacam brand tersendiri. semisal pasta gigi dari mutiara yang dihancurkan?.

saya jadi susah tidur.

Pada intinya kemarin itu,

saya sedang kangen dengan cuaca panas terik, payung-payung raksasa di halaman, laki-laki dan perempuan tergopoh-gopoh tak sabaran ingin menjemput Tuhan mereka pun Tuhan saya juga.

Kau tahu tempat dimana  kau tak perlu bingung sesaat memikirkan masalah keduniaan?

Saya rindu tempat itu, karena kenangannya kurang banyak

Saya rindu terisak lagi yang tanpa sebab, di Tempat itu. gara-gara Mutowif kemarin menawarkan paket untuk berkunjung kesana lagi. Ingin sekali saya tersenyum lebar dan mengatakan “Mau banget tapi GRATIS, boleh?”

IMG_0597

Sungguh, sekarang ini kita hanya sedang menunggu antrian yang PASTI

Di suatu bulan Juni

June 24, 2015 § Leave a comment

Nanti….nanti…..nanti dulu…iya, tunggu dulu…

****

Trustmeter itu bernama Al-Qur’an

March 1, 2015 § Leave a comment

Ini lucu.

Jadi, Kalo berandai-andai. Berimajinasi, bermimpi di siang bolong. Sangat siang bolong. kalau ada alat pengukur besarnya perasaan percaya, perasaan yakin itu apa?

Saya merasa ngeri. bukan.. semacam campuran takut dan takjub. ada yang Ajaib. Mistis,iya.

Hati saya seketika diliputi kepungan sesuatu yang tak terlihat, pekat. sesak, bergejolak tapi herannya malah merasa lapang. Berawal dari saran dari adik nenek saya yang bijaknya sedunia, masih cantik pula. Sungguh. yang penting mengerti banget anak muda ((( anak mudanya di caps lock jangan lupa)))

Ya. Perbincangan biasa. mencari sudut pandang lain. Pun, puluhan kali sudah kita debatkan. Soal ini, soal itu. kenapa kok begini kenapa, kok begitu.

” Kamu pingin tahu jawabannya yang paling pas berimbang?, baca Al-Qur’an..”

” Sudah tiap hari diusahain? caranya bukan seperti yg biasa dilakukan”

“Iya, tahu, coba ketika permasalahan entah apa itu, yang masih mengganjal dipikiranmu yg mbuyet itu, buka Al-Qur’anmu, buka saja, halaman berapapun sesuai lembaran halaman yg terbuka pertama kali..”

Kok, gimana ya.. beneran nih masa iya,. agak kurang rasional, emang boleh?

Itu yang yang terbersit di pikiran saya. pikiran kita pertama kali.

Saya mencobanya, Pertama kali, kedua kali, dan ini sudah ketiga kali, seperti persis saran Nenek saya. Ketika kamu tidak dan belum menemukan jawaban yang tepat, pas, cukup, tidak timpang sebelah. Buka Al-qur’an, resapi apa yang kamu rasakan, pergolakan hatimu dan pertentangan logikamu.

Jika kadang saran yang terlontar dari mulut siapa saja belum jadi jawaban yang memuaskan untukmu. bahkan, pikiranmu sendiri, tidak kamu percayai. Dan hatimu? masih entah dimana kamu meletakkannya. Seringnya, dalam situasi seperti ini hati kita tidak membaca jernih, malah memilih menghilang, kalau bisa dikatakan begitu.

buka saja..

Al-Qur’anmu..

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (QS. 2 : 2)

Lalu apa? pasti ada satu ayat,yang menjawab kegelisahanmu saat kamu ingin tahu jawabannya saat itu juga. Tidak. kasus saya, semua ayat memberi pencerahan, jalan terang benderang. Seketika. Langsung Jawaban itu dari Alloh SWT, keren ya.

pertama, kamu akan tersentil dengan ayat-ayat tersebut. mengingat dosa, dan banyak kesalahan yg dilakukan ketimbang kebajikan. ‘Kenapa nasib saya seperti ini’ rasa-rasanya hanya kita sendiri yang bernasib paling buruk di dunia ini.. NO!

Kemudian, jawaban itu nyata. seperti kita disuguhi dan disuruh masuk ke ruang kaca beberapa saat. bercerminlah sepus-puasnya. dari segala penjuru yang ada. seperti di telanjangi, aib yang hanya kita sendiri yang tau- terbuka.

Malu pada diri sendiri, iya.. lalu kapan akan malu pada Tuhanmu?

tidak hanya dihadapkan langsung, tapi ada nasehat paling bijak se-semesta, bukan melebihi luasnya alam raya. tidak melukai siapapun. bahkan kamu sendiri. Ajaib ya, Garansinya.. menyelamatkan. tak ada kata lebih baik dari itu. menyelamatkan

Lalu apa? Percaya dan semakin yakin, seringan bulu kapas..

Mungkin, kalo ada, kalau beneran ada alat pengukur besarnya perasaan percaya itu apa?

Mungkin alat itu bernama trustmeter’ Mungkin. Dan mungkin kalau percaya itu merupakan sebuah besaran, maka satuannya disebut apa? ‘bielive’ entah bahasa latinnya apa.

Mungkin dia seperti thermometer, yang akan mengukur suhu tubuh saya, suhu tubuhmu, saat kita berdua demam. dan tersembunyi tenang diketiak.

Ataukah, dia berfungsi serupa stopwatch, yang akan mengukur berapa relativitas waktu yang kita alami, saat saya, saat kamu, saling bercerita. Saling berbagi kisah tanpa tahu jeda.

Mungkin nila percayamu sejuta believe, dan saya pun sejuta kurang nol koma sekian. dan nilai sesepele itu nggak bisa nggak dianggap sepele.

Tapi, lagi-lagi, saya, kamu, berpikir keras. Berpikir terlalu keras. Karena kita sama-sama seorang pemikir. Pengkhayal. Pemimpi di siang bolong.

percaya itu bukan sesuatu yang dapat diukur bukan? tapi pasti berkembang. Anehnya

Tapi, yang terpenting–tanpa peduli, siapa yang lebih, siapa yang kurang–satu hal yang saya tahu: trustmeter itu dipikiran saya mengejawantah menjadi sesuatu yang berbentuk buku, dengan ketentuan sama dibagian bumi manapun, bahkan jum’ah huruf dan tanda bacanya sekalipun. Al-Qur’an

“Sesungguhnya orang yang didalam dadanya tidak ada sedikitpun dari Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah yang tak berpenghuni” (HR. Bukhari)

Sekelebat dua puluh empat satu

February 10, 2015 § Leave a comment

7ccb7fe4fcRVLJQMQ_173139_24c8c50282

1. Mungkin akhir-akhir ini saya sedikit mata duitan. Kamu juga merasa begitu? hanya saja, ada yang harus saya capai dengan uang untuk sampai kesana. memutuskan dan memang harus, sesuai kemauan saya

2. menyangkut nomor 1 dan dengan berat hati saya berangkat sendirian

3. Mungkin, Tuhan masih menyisakan esok hari. maka jangan terlalu terburu-buru untuk beberapa hal. tapi, untuk hal lainnya untuk disegerakan, bukan?

4. Apa jadinya seandainya ada seseorang melepaskan segalanya yang dia punyai saat ini? untuk memantaskan diri katanya. Kamu sependapat?. Ah, hanya sedikit yang bisa memahami.

5. untuk itu, saya harus pergi kesana untuk mencari jawabannya sendiri, tanpa bujukan, tanpa distorsi. Hanya saya dan Tuhan.

Somewhere in my dreamland was rainy morning there,

Aku Suka Bagian Ini

February 2, 2015 § Leave a comment

Aku suka bagian yang ini :

Jadi aku akan berbicara soal matematika. Aku bukan ahli matematika,

tapi aku tahu ini..

Banyak angka tak terhingga antara 0 dan 1..

Ada titik 1, titik 1 – 2, dan titik 1- 1- 2, dan angka tak terhingga lainnya..

Tentu ada angka tak terhingga yang lebih besar lagi diantara 0 dan 2..

atau antara 0 dan 1 juta

Beberapa angka tak terhingga lebih besar dari angka tak terhingga lainnya

penulis yang kami sukai mengajarkan itu..

Aku ingin angka yang tak terhingga lainnya dari yang bisa aku dapatkan

Dan, astaga…

Tapi, cintaku sulit diungkapkan

Betapa bersyukurnya aku.. atas ketak-terhinggaan kita

imageback.com_320_987feee532XXJZMYQ112bf6788a498

Lalu hujan itu turun satu-satu. Banjir di mataku

selamat malam dari layar 14 inc,

#Film sebelum tidur